Kamis, 10 Januari 2013

Kereta Rel Listrik



BAB I
PENDAHULUAN

            Kereta api pertama di Indonesia dibangun tahun 1867 di Semarang dengan rute Semarang- Tanggung. Untuk melayani kebutuhan akan pengiriman hasil bumi maka pemerintah colonial Belanda sejak tahun 1876 telah membangun berbagai jaringan kereta api dengan muara pada pelabuhan Tnjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya.
            Kereta api pada jaman sekarang sudah dijalankan dengan memakai diesel dan listrik dan lebih sering disebut kereta rel yaitu kereta yang berjalan diatas rel dengan diesel  ataupun listrik. Di Jakarta untuk transportasi kereta api di pegang oleh PT KA Commuter Jabodetabek, yang mempunyai dua kelas yaitu commuterline dan ekonomi.

BAB II
PEMBAHASAN

            Kereta api adalah alat transportasi masal yang umumnya terdiri dari lokomotif dan rangkaian kereta atau gerbong yang berjalan diatas rel yang digerakan oleh listrik ataupun diesel. Pada awalnya kereta digerakan dengan tenaga uap dan batu bara, namun sekarang kereta sudah digerakan dengan tenaga uap dan diesel.  Di Jakarta sendiri kereta digerakan menggunakan tenaga listrik. Setelah Indonesia merdeka, lokomotif dahulu masih setia melayani sampai pada akhirnya karena dimakan usia  dan sudah tidak lagi memadai, maka digantikan dengan rangkaian Kerata Rel Listrik buatan Jepangsejak tahun 1976 yang disebut dengan Commuter.
            Seiring perkembangan jaman commuter sudah mempunyai fasilitas seperti AC. Namun fasilitas ini belum semuanya baik, karena masih saja ada beberapa kereta yang AC nya mati atau tidak nyala. Masalah yang terjadi bukan hanya sekedar AC yang mati tetepi juga kurang nya rangkaian kereta yang menyebabkan penumpukan penumpang pada saat jam sibuk seperti pagi hari dan sore hari. Hal ini yang menyebabkan kereta amat sangat penuh hingga ke atap kereta. Lalu masalah yang paling berat adalah harga karcis yang mahal bagi beberapa kalangan. Perbedaan harga antar commuter dan ekonomi terlalu jauh sehingga banyak orang yang lebih memilih naik ekonomi karena tergolong lebih murah daripada commuter yang terkadang fasilitas yangb ada tidak sesuai dengan harga dan jadwal keberangkatan kereta pun masih sering berantakan tidak tepat waktu, ini membuat sebagian orang merasa kecewa. Belum lagi banyak nya penumpang yang bandel tidak membeli tiket lebih memilih naik ekonomi karena didalam kereta ekonomi tidak ada pemeriksaan tiket seperti di commuter.
KRL ekonomi adalah salah satu kereta paling sibuk dibandingkan dengan komuter karena harga nya lebih murah. Jika sudah penuh sesak didalam penumpang banyak yang naik kea tap kereta dan bergelantungan dipintu ataupun sambungan gerbong. Selain itu krl ekonomi juga dipenuhi oleh pedagang asongan. Namun sekarang sudah mulai diadakan penertiban untuk pedagang asongan, penumpang yang membahayakan diri mereka dan para tuna wisma.
Dengan kenaikan harga tiket menjadi 8000 untuk depok dan 9000 untuk bogor, banyak penumpang yang merasa kecewa karena harga yg begitu mahal tetapi tidak ada perbaikan untukk fasilitas juga jadwal yang masih sering terlambat.



BAB III
PENUTUP
           
            Pada awalnya kereta api digerakan dengan menggunakan tenaga uap dan batu bara namun sekarang seiring berkembangnya jaman sudah menggunakan listrik dan mempunyai fasilitas yg nyaman, namun masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Kerjasama yang baik antara PT KAI dengan para penumpang yg menjaga fasilitas kereta akan mewujudkan keinginan kita semua.

Daftar Pustaka

           

0 komentar:

Posting Komentar