Senin, 14 Oktober 2013

DIKSI ATAU PILIHAN KATA


            Diksi adalah pilihan kata dimana kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata meruoakan unsur yang sangat oenting baik dalam dunia karang-mengarang ataupun tutuk kata sehari hari. Dalam memilih kata yang tepat untuk menyatakna sesuatu kita dapat melihatnya pada kamus. Kata yang tepat akan membantu seseotang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin disampaikannya baik lisan mauppun tulisan. Di samping itu, pemilihan kata harus pula sesuai dengan situasi dan tempat. Dalam karangan ilmiah, diksi dipakai untuk menyatakan sebuah konsep pembuktian, hasil pemikiran atau solusi dari suatu masalah. Berikut fungsi diksi antara lain:
a.       Melambangkan gagasan yang dieksresikan secara verbal.
b.      Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat.
c.       Mencegah perbedaan penafsiran.
d.      Mencegah salah pemahaman.
e.       Mengefektifkan pencapaian target komunikasi.

  Hal utama mengenai diksi adalah:
a.       Pilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata-kata mana yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokka kata-kata yang tepat atau menggunakan ungkapan yang tepat dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
b.      Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa nuansa makna dari suatu gagasan yang ingin disamppaikan den kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.
c.       Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasa sejumlah besar kosa kata atau pembendaharaan kata bahasa itu, sedangkan yang dimaksun pembendaharaan atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimilik oleh sebuah bahasa.

  Syarat-syarat ketepatan diksi:
1.      Makna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang terkandung sebuah kata secara objektif. Sering juga makna denotatif disebut makna konseptual. Kata makan misalnya, bermakna memasukkan sesuatu kedalam mulut, dikunya dan ditelan. Makna kata makan seperti ini adalah makna denotatif.
Makna konotatif adalah makna asosiatif yaitu makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi dan kriteria tambahan yang dikenankan pada sebuah makna konseptual. Kata makan dalam makna konotatif dappat berati untung atau pukul. Makna konotatif berbeda dari zaman ke zaman. Kata kamar kecil mengacum kepada kamar yang kecil (Denotatif) tetapi kamar kecil berarti juga jamban (konotatif). Dalam hal ini, kita kadang lupa apakah suatu makna kata adalah denotatif atau konotatif.

2.      Makna Umum dan Khusus
                Kata ikan memiliki acuan yang lebih luas daripada mujair atau tawes. Ikan tidak hanya mujair atau tidak seperti gurame, lele,tuna, nila dan ikan mas. Sebaliknya tawes pasti tergolong jenis ikan. Dalam hal ini kata acuan yang lebih luas disebut kata umum seperti ikan, sedangkan kata yang acuannya lebih khusus disebut kata khusus seperti gurame.

3.      Kata Abstrak dan kata Konkret
Kata yang acuannya semakin mudah diserap pancaindra disebut kata konkret seperti meja, rumah, mobil, cantik, hangat. Jika acuan sebuah kata tidak mudah diserap pancaindra kata itu disebut kata abstrak seperti gagasan, perdamaian. Kata abstrak mampu membedakan secara halus gagasan yang sifat teknis dan khusus. Akan tetapi, jika kata khusus terlalu diobral dalam suatu karangan maka karangan tersebut menjadi samar dan tidak cermat.


4.      Sinonim
       Sinonim adalah dua kata atau lebih yang asasnya mempunyai makna yang sama tetapi bentuknya berlainan. Kesinoniman kata tidaklah mutlak hanya ada kesamaan atau kemiripan. Contoh cermat dan cerdik, keduankata itu bersinonim tetapi kedua kata tersebut tidak persis sama benar. Kesinoniman kata masih berhubungan dengan masalah makna denotatif  dan makna konotatif suatu kata.

5.      Kata Ilmiah dan kata Popular
Kata ilmiah merupakan kata-kata logis dari bahasa asing yang bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kata-kata ilmiah biasa digunkan oleh kaum terpelajar terutama dalam tulisan ilmiah, pertemuan resmi serta diskusi khusus.
Yang membedakan kata ilmiah dengan kata populer adalah kata popuer digunkan dalam komunikasi sehari-hari. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan, kata ilmiah digunakan pada tulisan yang berbau pendidikan seperti, karya tulis imiah, skripsi, dan laporan ilmiah.

DAFTAR PUSTAKA

0 komentar:

Posting Komentar